Contoh Kasus Tradisi Kritis

TRADISI KRITIS (Komunikasi sebagai cerminan tantangan atas percakapan yang tidak adil)
Tradisi Kritis menyangkut bagaimana kekuatan dan tekanan serta keistimewaan sebagai hasil dari bentuk bentuk tertentu dalam komunikasi masyarakat.
~ Teori
- Teori Sudut Pandang : Mengkaji bagaimana keadaan kehidupan individu mempengaruhi aktifitas individu dalam memahami dan membentuk dunia sosial.
~ Asumsi
Teori sudut pandang memperhitungkan keragaman dalam komunikasi Seseorang dengan memahami perbedaan sifat sifat menguntungkan yang dibawa seseorang kedalam komunikasi dan berbagai cara dalam pemahaman tersebut yang mereka jalankan dalam praktiknya.
~ Konsep Teori
Memperkenalkan elemen kekuatan terhadap permasalahan identitas.
~ Contoh Kasus
Didalam sebuah perusahan PT. Sinar Abadi Makmur karyawan di tuntut untuk bekerja lebih keras dengan harapan untuk mendapatkan ke untungan yang sebesar besarnya dengan janji bonus yang akan diberikan oleh perusahaan tersebut kepada para karyawan, namun ketika perusahan tersebut telah mendapatkan hasih yang memberikan keuntungan besar berkat kerja keras para karyawan, pihak management pun belum juga memberikan bonus yang dijanjikan kepada karyawan dengan alasan pecairan dana, beberapa bulan berlangsung bonus yang diharapkan para karyawanpun tak kunjung turun, sampai pada akhirnya para karyawan membentuk serikat kerja  PT. Sinar Abadi Makmur untuk menuntut haknya dengan mengumpulkan para karyawan tersebut untuk melakukan demo menuntut bonus yang di janjikan oleh perusahaan tersebut.
Dalam Kasus ini, Pengusaha sebagai atasan harus dapat secepat mungkin mengambil keputusan, memikirkan keuntungan dan kerugian dalam keputusan yang di ambilnya dengan kemungkinannya yang dapat terjadi, jika seandanya perusahan telah memenuhi hak karyawan namun karyawan tetep ingin menuntut lebih karna adanya ketidakpuasan yang mana bisa menjadi boomerang bagi perusahan, perusahaan dapat menolak tuntutan karyawan tersebut, dengan memberikan pilihan bagi yang menolak keputusan pimpinan dapat melepaskan kontrak kerja dan bagi yang menerima dapat tetap melanjutkan bekerja di perusahan tersebut, karna para karyawan akan mempertimbangkan hal tersebut, disisilain pimpinan harus mempertimbangkan apabila para karyawan memilih untuk melepaskan kontrak kerjanya.
Dan jika memang perusahaan tersebut benar belum memenuhi hak karyawannya dalam aspirasi yang disampaikan dalam demo tersebut, maka pimpinan perusahaan harus dengan segera memenuhi hak – hak para karyawannya sebelum terjadi aksi demo yang mungkin dapat merugikan perusahaan tersebut.

Komentar