7 TRADISI DALAM ILMU KOMUNIKASI
7 TRADISI DALAM ILMU
KOMUNIKASI MENURUT STEPHEN W LITTLEJOHN & KAREN A FOSS
1.
TRADISI SOSIO-PSIKOLOGI (Komunikasi sebagai pengaruh antar pribadi)
Tradisi
sosio-psikologi merupakan contoh dari perspektif ilmiah atau objektif. Dalam
tradisi ini, kebenaran komunikasi dapat ditemukan dengan dapat ditemukan dengan
teliti – penelitian yang sistematis. Tradisi ini melihat hubungan sebab dan
akibat dalam memprediksi berhasil tidaknya perilaku komunikasi.
A.
Teori
Teori Atribusi : Bermula dengan
gagasan bahwa setiap individu mencoba untuk memahami perilaku mereka sendiri
dan orang lain dengan mengamati bagaimana sesungguhnya setiap individu
berperilaku
B.
Asumsi
Setiap Orang menetapkan sikap mereka
sendiri dengan mempertimbangkan bermacam – macam kognisi dan afeksi dalam
kesadaran mereka, perilaku yang mereka alami dan juga amati terhadap diri
sendiri dan orang lain berasal dari faktor internal dan eksternal.
C.
Konsep
- Membahas mengenai pemahaman
individuterhadap perilakunyasendiri dan juga orang lain
Setiap Individu memiliki faktor
internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi perilaku mereka.
D.
Contoh
Seorang Anak yang akan tumbuh
menjadi remaja dengan melihat lingkungan sekitar yang berdampak pada perilaku
dirinya sendiri.
2. TRADISI SIBERNETIKA (Komunikasi
untuk memproses informasi)
Perspektif
sibernetika diperlukan dalam memahami kedalamamn dan kompleksitas dinamika
keluarga. Sibernetika merupakan tradisi sistem – sistem kompleks yang
didalamnya banyak orang saling berinteraksi, mempengaruhi satu sama lainnya.
A.
Teori
Teori Disonansi Kognitif (Leon
Festinger) Teori Disonansi Kognitif (Gagasan bahwa perilaku komunikasi memiliki
beragam elemen kognitif, seperti sikap, persepsi, pengetahuan, dan perilaku.
Elemenen-elemen tersebut tidak terpisahkan, tetapi saling berhubungan dalam
suatu sistem, karena elemen-elemen dari sistem tersebut memiliki hubungan satu
sama lain) (Little John: 115)
B.
Asumsi
- Manusia sangat sensitive terhadap
adanya inkonsistensi antara tindakan dan kepercayaan.
- Pengakuan terhadap adanya
inkonsistensi ini dapat menyebabkan disonani dan dapat memotivasi seorang
individu untuk mengatasi disonansi yang ada.
- Disonansi dapat diatasi melalui
salah satu dari 3 (tiga) cara berikut, Yaitu : Perubahan kepercayaan, perubahan
tindakan, dan perubahan persepsi tindakan.
C.
Konsep
- Teori yang membahas mengenai
konflik psikologis antara dua atau lebih kepercayaan yang tidak sesuai secara
simultan.
- Berdasarkan gagasan bahwa setiap
individu akan selalu berjuang untuk menuju pada konsistensi.
- Manusia akan mencoba untuk
mengarungi ketidaknyamanan psikologis.
D.
Contoh
3. TRADISI RETORIKA (Komunikasi
sebagai seni berbicara didepan umum)
Tradisi
Retorika adalah ilmu mengolah kata dengan tujuan mempersuasif, seni membangun argumentasi
dan seni berbicara yang berorientasi pada pendekatan logis dan emosional dimana
komunikator menggunakan seni dan metode dalam mempengaruhi komunikan.
4. TRADISI SEMIOTIK (Komunikasi
sebagai proses berbagi makna melalui tanda)
Tradisi
Semiotik terdiri atas sekumpulan teori tentang bagaimana tanda – tanda
merepresentasikan benda, ide, keadaan, situasi, perasaan, dan kondisi, diluar
tanda – tanda itu sendiri.
A.
Teori
Teori Simbol (Susanne Langer) ,
Menjelaskan bahwa simbol menegaskan beberapa konsep dan istilah yang biasa
digunakan dalam bidang komunikasi. Teori ini memberikan sejenis standarisasi
untuk tradisi semiotik dalam kajian komunikasi. Manusia berkomunikasi dari
adanya konseptualitas, tanda, simbol dan bahasa. Berbeda dengan binatang yang
hanya merespon tanda saat sedang berkomunikasi dengan manusia) (Little Jhon:
154)
B.
Asumsi
Setiap manusia menggunakan lebih
dari sekedar tanda sederhana saat berkomunkasi yaitu dengan menggunakan symbol.
Tanda (sign) yang disampaikan memiliki makna yang berbeda tergantung dari
simbol, objek dan manusia yang melibatkan denotasi (makna bersama/hubungan
antara simbol dan referennya/objek) dan konotasi (makna pribadi/hubungan antara
simbol dan orang).
C.
Konsep
- Teori ini menjelaskan bagaimana
seseorang dapat melakukan komunikasi dengan orang lain menggunakan symbol,
seperti gerakan.
- Simbol menjadi bahasa komunikasi
dengan adanya penafsiran atau makna yang berbeda dari setiap individu atau
kelompok yang menerimanya.
D.
Contoh
Salah seorang dari salah satu suku
berkunjung ke daerah yang memiliki perbedaan suku atau budaya, maka orang
tersebut harus bisa menyesuaikan sikap terhadap suku yang di kunjunginya baik
bahasa maupun simbol non verbal yang biasa dilakukan oleh suku tersebut
5. TRADISI SOSIO-KULTURAL (Komunikasi
adalah ciptaan realitas sosial)
Pendekatan
Sosiokultural terhadap teori komunikasi menunjukkan cara pemahaman kita
terhadap makna, norma, peran, dan peraturan yang dijalankan secara interaktif
dalam komunikasi.
A.
Teori
Teori Sosial Dan Kultural :
Menunjukkan bagaimana pelaku komunikasi memahami diri mereka sebagai makhluk –
makhluk kesatuan dengan perbedaan – perbedaan individu dan bagaimana perbedaan
tersebut tersusun secara sosial dan bukan di tentukan oleh mekanisme psikologis
atau biologis yang tetap.
B.
Asumsi
Bahwa sebuah sejarah interaksi
sosial memberikan individu seperangkat alat bantu untuk mengalihkan gagasan –
gagasan mereka tentang siapa mereka , berdasarkan pada situasi –situasi dimana
mereka mengetahui diri mereka sendiri
C.
Konsep Teori
Membangun pemahaman yang fleksibel
melalui interaksi tentang diri sendiri.
D.
Contoh
6. TRADISI KRITIS (Komunikasi sebagai
cerminan tantangan atas percakapan yang tidak adil)
Tradisi
Kritis menyangkut bagaimana kekuatan dan tekanan serta keistimewaan sebagai
hasil dari bentuk bentuk tertentu dalam komunikasi masyarakat.
A.
Teori
- Teori Sudut Pandang : Mengkaji
bagaimana keadaan kehidupan individu mempengaruhi aktifitas individu dalam
memahami dan membentuk dunia sosial.
B.
Asumsi
Teori sudut pandang memperhitungkan
keragaman dalam komunikasi Seseorang dengan memahami perbedaan sifat sifat
menguntungkan yang dibawa seseorang kedalam komunikasi dan berbagai cara dalam
pemahaman tersebut yang mereka jalankan dalam praktiknya.
C.
Konsep Teori
Memperkenalkan elemen kekuatan
terhadap permasalahan identitas.
D.
Contoh
7. TRADISI FENOMENOLOGI (Komunikasi
sebagai pengalaman diri dengan orang lain melalui percakapan)
Tradisi
fenomenologi menekankan pada persepsi orang dan interpretasi setiap orang
secara subjektif tentang pengalamannya. Para fenomenologist menganggap bahwa
cerita pribadi setiap orang adalah lebih penting dan lebih berwenang daripada
beberapa hipotesis penelitian atau aksioma komunikasi.
TUGAS TEORI KOMINUKASI UBSI BANDUNG
NAMA : BANGKIT BUDI NUGRAHA
NIM : 45180098
TUGAS TEORI KOMINUKASI UBSI BANDUNG
NAMA : BANGKIT BUDI NUGRAHA
NIM : 45180098
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus